Selasa, 15 Agustus 2017

Mungkin aku terlalu jahat itulah yang mereka fikirkan.... aku akui, aku bukanlah orang jahat dan bukan juga orang baik. Aku berdiri tegar sekokoh gunung hanya dipermukaan karena beban yang di berikan kepada ku memaksa ku melakukannya.
Namun bukan tiada cinta yang datang pada ku hanya mungkin aku menolaknya, itulah yang mereka katakana kepada ku... aku memang terkadang merasa lelah dengan semua yang ku hadapi ini namun bukan berarti menutup hati ku. Itulah yang ku katakan untuk pembenaran diri karena pada kedalaman dasarnya aku mengingkan hal tersebut namun aku hanya takut tergores lagi bahkan hingga terdalam
Hahaha aku hanya tertawa melihat diri ku terkadang terjatuh dalam cerita melankolis yang terjadi dalam hidup ini... padahal aku tak pernah peduli akan hal itu ketika tersadar,,,, blussshhhhhh muka ku memerah membayangkan anehnya aku.
Iblis melirik ku mengajak ku bermain-main dan aku tersenyum melengkah bersamanya, bukannya bimbang saat bersamanya malah langkah ku mantap berpijak kepada sebuah kesalahan yang bukanlah sebuah bayangan... aku menari dan terbang menyanyi riang saat bersama jangan dustai hati mu Tanya apakah kau benar....
Kebenaran menampar luka yang ternganga  bernanar, amarah yang tertutup rapih tiada lagi di pendam... lepaskan, letupkan dan hanguskan. Lepaskan semua keluh kesah, kegundahan hingga maaf itu bisa menghangatkan kebekuan.
Gelapnya malam melebihi senyapnya hitam, menyukai sebuah kegelapan bukanlah kutukan karena ada saatnya kau akan merasakan kesendiri yang teramat sangat bagai panah dingin yang menembus hati yang membara dengan letupan-letupan. Bangkitlah kau bukanlah hidup untuk menyenangkan manusia lainnya pulanglah kerumah dan berbicara kepada cermin bahwa kau harus memenangkan pertandingan dengan diri, persetan apa dunia bicarakan karena diri mu sudah sempurna, sesempurnanya manusia yang di ciptakan dengan banyak kekurangannya.
Hey.... aku mencintainya...dia adalah milik ku dan hanya menjadi milik ku, entah siapapun itu tak akan ku biarkan memenangkan pertandingan untuk memilikinya. Lewati aku, tantang aku karena dia layak untuk ku pertahankan. Sebut saja aku bodoh, gila atau sinting... maaf aku tidak perduli, aku mempertahankan sesuatu yang pernah hilang dari ku jadi jangan melewati garis.
Senyum adalah hal yang berharga, memeluk mu dengan mata tidaklah cukup. Aku menyukai semua yang kau miliki bahkan kekurangan mu. Cara mu yang eksentrik membuat ku tergila-gila hanya pada mu. Harum laku mu membuat ku hanya terfokus pada mu... ciuman mu selalu ku rindukan sehingga aku ingin membalasnya dengan pelukan hangat yang seperti biasa yang di  lakukan.
Duduk di sore hari melihat sebuah keindahan tersenyum-senyum melihat keindahanya membuat ku meleleh dan  pelukan hangat terbentang di bahu. Sebuah jari hangat meluncur di kepala di iringi sebuah kecupan manis. Yesss.... begitu indah semua yang ku milik saat ini tidak perduli nanti apa yang terjadi karena saat ini kau penuh cahaya yang menghangatkan
Manis bercampur pahit bagai coklat yang luber di mulut yah itulah kamu yang punya cerita bersama ku tanpa merasa jengah dengan laku ku yang terkadang membuat ku takut sendiri namun senyum dan tawa hangat yang di berikan kepada ku membuat ku tak perduli akan apa yang terjadi nanti karena aku punya kamu yang menjaga ku.
Bayangan mendekat begitu kelam dan dingin, berat langkah untuk berpijak, penuh dengan keraguan masih berkutik di tempat yang sama. Selimut tebal tidak menghangatka, merontapun hanya tinggal jalan akhir.
Menangis dalam diam membuat banyak keraguan menciptakan ketidak pastian sehingga kebimbangan menjadi teman sehati yang membuat banyak keputusan yang berujung penyesalan, sehingga termenung bukan hal yang baru di hadapi. Langkah harus tetap di pijakan, hidup terus berlangsung hingga ada waktu untuk tersenyum.
Kesedihan adalah sahabat terbaik yang sering ada, penyesalan merayu hingga terpleset jauh kedalam sebuah pertemanan yang di sebut kesepian. Merangkul begitu kuat hingga kesadaranpun enggan melirik, kau begitu rapuh hingga sang cahaya enggan datang menengok.

Tetaplah disisi ku hingga aku sadar kembali, tersenyumlah pada ku hingga aku lupa sakit ini hanya kau yang selalu ada untuk semua orang. Engkau begitu bahagia bersama kami walaupun kau tidak pernah di inginkan, kau begitu dingin kepada smua orang terdekat mu seperti nama mu yang begitu banyak mengikat manusia yang selalu bersama mu Kesepian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar