Mungkin aku terlalu jahat itulah yang mereka fikirkan....
aku akui, aku bukanlah orang jahat dan bukan juga orang baik. Aku berdiri tegar
sekokoh gunung hanya dipermukaan karena beban yang di berikan kepada ku memaksa
ku melakukannya.
Namun bukan tiada cinta yang datang pada ku hanya mungkin
aku menolaknya, itulah yang mereka katakana kepada ku... aku memang terkadang
merasa lelah dengan semua yang ku hadapi ini namun bukan berarti menutup hati
ku. Itulah yang ku katakan untuk pembenaran diri karena pada kedalaman dasarnya
aku mengingkan hal tersebut namun aku hanya takut tergores lagi bahkan hingga
terdalam
Hahaha aku hanya tertawa melihat diri ku terkadang terjatuh
dalam cerita melankolis yang terjadi dalam hidup ini... padahal aku tak pernah
peduli akan hal itu ketika tersadar,,,, blussshhhhhh muka ku memerah
membayangkan anehnya aku.
Iblis melirik ku mengajak ku bermain-main dan aku tersenyum
melengkah bersamanya, bukannya bimbang saat bersamanya malah langkah ku mantap
berpijak kepada sebuah kesalahan yang bukanlah sebuah bayangan... aku menari
dan terbang menyanyi riang saat bersama jangan dustai hati mu Tanya apakah kau
benar....
Kebenaran menampar luka yang ternganga bernanar, amarah yang tertutup rapih tiada
lagi di pendam... lepaskan, letupkan dan hanguskan. Lepaskan semua keluh kesah,
kegundahan hingga maaf itu bisa menghangatkan kebekuan.
Gelapnya malam melebihi senyapnya hitam, menyukai sebuah
kegelapan bukanlah kutukan karena ada saatnya kau akan merasakan kesendiri yang
teramat sangat bagai panah dingin yang menembus hati yang membara dengan
letupan-letupan. Bangkitlah kau bukanlah hidup untuk menyenangkan manusia
lainnya pulanglah kerumah dan berbicara kepada cermin bahwa kau harus
memenangkan pertandingan dengan diri, persetan apa dunia bicarakan karena diri
mu sudah sempurna, sesempurnanya manusia yang di ciptakan dengan banyak
kekurangannya.
Hey.... aku mencintainya...dia adalah milik ku dan hanya
menjadi milik ku, entah siapapun itu tak akan ku biarkan memenangkan
pertandingan untuk memilikinya. Lewati aku, tantang aku karena dia layak untuk
ku pertahankan. Sebut saja aku bodoh, gila atau sinting... maaf aku tidak
perduli, aku mempertahankan sesuatu yang pernah hilang dari ku jadi jangan
melewati garis.
Senyum adalah hal yang berharga, memeluk mu dengan mata
tidaklah cukup. Aku menyukai semua yang kau miliki bahkan kekurangan mu. Cara
mu yang eksentrik membuat ku tergila-gila hanya pada mu. Harum laku mu membuat
ku hanya terfokus pada mu... ciuman mu selalu ku rindukan sehingga aku ingin membalasnya
dengan pelukan hangat yang seperti biasa yang di lakukan.
Duduk di sore hari melihat sebuah keindahan tersenyum-senyum
melihat keindahanya membuat ku meleleh dan pelukan hangat terbentang di bahu. Sebuah jari
hangat meluncur di kepala di iringi sebuah kecupan manis. Yesss.... begitu
indah semua yang ku milik saat ini tidak perduli nanti apa yang terjadi karena
saat ini kau penuh cahaya yang menghangatkan
Manis bercampur pahit bagai coklat yang luber di mulut yah
itulah kamu yang punya cerita bersama ku tanpa merasa jengah dengan laku ku
yang terkadang membuat ku takut sendiri namun senyum dan tawa hangat yang di
berikan kepada ku membuat ku tak perduli akan apa yang terjadi nanti karena aku
punya kamu yang menjaga ku.
Bayangan mendekat begitu kelam dan dingin, berat langkah
untuk berpijak, penuh dengan keraguan masih berkutik di tempat yang sama.
Selimut tebal tidak menghangatka, merontapun hanya tinggal jalan akhir.
Menangis dalam diam membuat banyak keraguan menciptakan
ketidak pastian sehingga kebimbangan menjadi teman sehati yang membuat banyak
keputusan yang berujung penyesalan, sehingga termenung bukan hal yang baru di
hadapi. Langkah harus tetap di pijakan, hidup terus berlangsung hingga ada
waktu untuk tersenyum.
Kesedihan adalah sahabat terbaik yang sering ada, penyesalan
merayu hingga terpleset jauh kedalam sebuah pertemanan yang di sebut kesepian.
Merangkul begitu kuat hingga kesadaranpun enggan melirik, kau begitu rapuh
hingga sang cahaya enggan datang menengok.
Tetaplah disisi ku hingga aku sadar kembali, tersenyumlah
pada ku hingga aku lupa sakit ini hanya kau yang selalu ada untuk semua orang.
Engkau begitu bahagia bersama kami walaupun kau tidak pernah di inginkan, kau
begitu dingin kepada smua orang terdekat mu seperti nama mu yang begitu banyak
mengikat manusia yang selalu bersama mu Kesepian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar